Ragam

FLIGHT OPERATION OFFICER DI DUNIA AVIASI

FOO DI DUNIA PENERBANGAN

Infopenerbangan,- Selama ini orang hanya beranggapan dalam sebuah penerbangan pesawat udara, hanya pilot dan awak kabin saja yang dibutuhkan. Kebayakan orang tidak tahu dengan keberadaan Flight Operation Officer atau FOO dalam sebuah penerbangan.

FOO adalah orang yang ditunjuk oleh perusahaan penerbangan sipil guna melaksanakan tugas-tugas operasional untuk mempersiapkan keberangkatan suatu penerbangan (flight dispatch), memberangkatkan atau melepas penerbangan (dispatch release) dan bertanggung jawab memantau penerbangan yang diberangkatkan sampai ke tempat tujuan dengan aman, nyaman dan efisien.

Untuk menjadi FOO seseorang harus melalui berbagai macam tes dan pendidikan yang kurikulumnya telah ditetapkan oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementrian Perhubungan.

Agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik, seorang FOO harus memiliki sertifikat tanda kecakapan (license) yang dikeluarkan oleh Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara (DSKU) dan diatur dalam Peraturan Keselamatan Penerbangan (CASR) 121. Untuk menjaga kecakapannya, seorang pemegang FOO Lisence harus melakukan Reccurent dan Proficiency Check, Route Familiarization Flight, Dangerous Good, Aviation Security, Medical Examination dan Dispatch Resource Management setiap 12 bulan sekali.

PEKERJAAN FOO

Di industri penerbangan, FOO memiliki peran yang strategis, FOO harus mampu melaksanakan tugas dan mengembangkan kemampuan operasional seperti membuat rute yang paling pendek, menentukakan alternate yang tidak terlalu jauh dari tujuan, menentukan C of G yang tepat sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar, memastikan ketepatan penerbangan On Time Performance (OTP) dan memastikan rencana operasi penerbangan bisa dijalankan secara aman.

FOO juga harus mampu membuat suatu analisis cuaca secara operasional yang bisa diterima dan akurat, melakukan suatu pengarahan singkat kondisi cuaca yang berlaku disekitar rute yang dilalui pesawat.

SYARAT-SYARAT MENJADI SEORANG FOO 

Pertama : Menurut CASR ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang FOO yaitu :  umur saat menjadi siswa FOO harus 21 tahun dan 23 tahun untuk mendapatkan sertifikat tanda kecakapan (license), harus bisa menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris (lulus tes TOIEC) dan Indonesia atau bahasa dimana pendidikan itu dilaksanakan, lulus tes kesehatan (medical examination).

Kedua : Seorang calon FOO harus lulus tes pengetahuan antara lain Air Law dan Rule and Regulation, Meteorology, mengetahui cara untuk mengumpulkan, menyebarkan, menafsirkan dan menggunakan informasi cuaca dan NOTAM, mengetahui cara menginterprestasi dan menggunakan weather charts, maps, forecast, sequence reports, abbreviations and symbols, dan sebagainya.

TUGAS SEORANG FOO 

  1. Bersama pilot FOO bertanggung jawab atas keamanan dan persiapan operasional dan pengendalian penerbangan.
  2. Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang relevan serta mempersiapkan rencana penerbangan, laporan dan dokumentasi termasuk informasi mengenai rute yang akan diambil, ketinggian, tempat pendaratan alternatif, laporan cuaca dan perkiraan cuaca selama penerbangan, kondisi bandara, fasilitas navigasi dan hal-hal lain yang relevan.
  3. Menyediakan laporan bagi kru, cockpit, dokumentasi pengarahan dan informasi sebelum dan selama penerbangan.
  4. Menginformasikan kru pada setiap perubahan, kondisi meteorologi dan hal-hal lain yang mempengaruhi keselamatan penerbangan.
  5. Memberi informasi terbaru terhadap perubahan cuaca dan merekomendasikan rencana penerbangan alternatif lengkap dengan ketinggian, ketersediaan bahan bakar dan tempat pendaratan alternatif.
  6. Ikut menandatangani dokumen keterlambatan atau membatalkan penerbangan jika kondisi tidak aman dan mengancam penerbangan.
  7. Melakukan monitoring, memantau kondisi cuaca, laporan posisi pesawat dan grafik navigasi aeronautika sebagai bahan evaluasi.
  8. Menyimpan catatan atau dokumen perjalanan termasuk berat kargo, estimasi waktu penerbangan, kru kabin dan kondisi pesawat.
  9. Berkomunikasi dan berkoordinasi dengan departemen lain seperti departemen pemeliharaan instalasi pesawat dan jadwal penerbangan, juga pihak terkait di bandara.
  10. Merespon situasi darurat mengkoordinasikan kegiatan, menjalankan tugas sesuai prosedur, memberikan informasi kepada kru dan memberitahukan pihak berwenang jika terjadi sesuatu diluar prosedur.
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close