DomestikHot NewsNews

Garuda Indonesia Dan VietJet Jalin Kerjasama Perluas Rute Penerbangan

Infopenerbangan,- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menandatangani kerja sama dengan Vietnam Airlines terkait penambahan pelayanan rute penerbangan dan juga bidang services, MRO (maintenance, repair and overhaul), dan kargo.

Adapun terkait penambahan rute penerbangan yang akan diperluas dalam bentuk skema codeshare adalah Ho Chi Minh, Vietnam–Singapura; Hanoi, Vietnam–Ho Chi Minh; Singapura-Jakarta; Jakarta–Bali; dan Jakarta-Surabaya.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Pahala N. Mansury mengatakan Vietnam merupakan pasar yang berharga bagi Indonesia. Dengan kerja sama itu, Garuda dapat menawarkan lebih banyak lagi pilihan perjalanan antara kedua negara.

Mengomentari penandatanganan kesepakatan ini, Duong Tri Thanh selaku Direktur Utama Vietnam Airlines mengatakan, “Kami berharap dapat memperkuat kemitraan kami dengan Garuda Indonesia sehingga pelanggan dapat memperoleh keuntungan dari lebih banyak pilihan penerbangan dan kualitas layanan internasional yang sangat baik dari dua maskapai penerbangan terkemuka di Asia.”

Menurut Centre for Asia-Pacific Aviation, aviasi Asia Tenggara berkembang lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata global hampir di tiap negaranya, yang disebabkan oleh berkembangnya ekonomi regional dan masyarakat kelas menengah. Enam dari 10 negara di Asia Tenggara, mengalami pertumbuhan penumpang yang signifikan, dipimpin oleh Vietnam dan Myanmar. Kecenderungan ini diperkirakan akan berlanjut selama tahun 2017.

Kebutuhan akan transportasi udara di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan pada pertumbuhan ekonomi. Jumlah penumpang diproyeksikan untuk meningkat sebesar 1-2,5 kali dari GDP Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang internasional di Indonesia meningkat sebesar 8.16% dari 13.66 juta penumpang pada tahun 2015 menjadi 14.77 juta penumpang pada tahun 2016.

Pertumbuhan penumpang internasional yang berasal dari Indonesia mungkin disebabkan oleh menguatnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah penumpang domestik yang meningkat sebesar 16.97% dari 68.78 juta penumpang di tahun 2015 menjadi 80.45 juta penumpang di tahun 2016.

Pesatnya pertumbuhan penumpang transportasi udara membuat Indonesia menjadi negara dengan pembelian pesawat terbanyak ketiga, setelah China dan India. Kuatnya perkembangan dan pertumbuhan industri aviasi Indonesia akan membuka peluang-peluang baru bagi bisnis penerbangan. Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi, yang didukung dengan berkembangnya juga segmen kelas menengah, akan semakin mempromosikan perjalanan udara. (*/NP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close