News

INDUSTRI PENERBANGAN TAGIH JANJI PEMERINTAH SOAL BANTUAN

Infopenerbangan,- Industri penerbangan tagih janji pemerintah untuk segera mencairkan bantuan yang dijanjikan sejak awal pandemi covid-19.

Edward Sirait selaku Direktur Utama Lion Air Group mengatakan belum menerima bantuan dari pemerintah.

Industri penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak oleh pandemi covid-19. Edward khawatir jika bantuan tak kunjung cair, industri penerbangan tak akan mampu bertahan.

Dikutip dari CNN,”Airlines sudah dalam posisi kalau boleh dibilang mati suri. Bukan hanya di Indonesia, di dunia iya. Pertanyaannya apakah harus didiamkan atau seperti apa? Butuh satu langkah yang bisa kami lihat dan rasakan sehingga industri tidak berhenti,”

Selama pandemi covid-19 ini melanda industri penerbangan, Lion Air Group sudah menerbangankan 40 ribu penumpang per hari.

Namun, setelah naiknya kasus covid-19 minat penumpang untuk melakukan perjalanan udara menurun sekitar 25 ribu penumpang per hari.

Harapan dia, pemerintah bisa memberikan stimulus dalam bentuk pembebasan biaya tanggungan bagi pesawat-pesawat yang dikandangkan.

Ia juga berharap pemerintah bisa membebaskan biaya tanggungan maskapai dari pengelola bandara yang rata-rata merupakan BUMN alias milik pemerintah.

Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk juga ikut mendukung pencairan bantuan kepada industri penerbangan. Namun, Garuda Indonesia tidak terlalu mendesak untuk bantuan ini, karena sudah menerima talangan dana sebesar Rp 8,5 trilun dari pemerintah.

Bantuan memiliki waktu 3 tahun dengan waktu jatuh tempo pada 2023 dan Garuda Indonesia akan menerima talangan dana dalam tahun ini sebagai dukungan Pemerintah di tengan pandemi covid-19.

Irfan mengakui pada titik terendahnya, ia menyebut maskapai hanya mampu meraup 15 persen okupansi dari normal dan mengalami penurunan signifikan sejak penerapan PSBB Jilid II DKI.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close