Hot NewsInternasionalNews

Larangan Laptop Dalam Penerbangan Ke AS Akan Pengaruhi Jumlah Wisatawan

Infopenerbangan,-  Kebijakan larangan membawa laptop ke dalam kabin pesawat yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi penerbangan menuju AS akan berdampak besar bagi ratusan penerbangan dari Eropa ke AS.

Mencegah penumpang membawa barang elektronik besar ke dalam kabin, menjadi rencana yang dipertimbangkan pemerintah AS. Kebijakan ini dinilai dapat mengganggu industri penerbangan global dan pariwisata AS.

Kekhawatiran maskapai terhadap peraturan itu dapat membuat pemesanan merosot, bahkan Emirates pun terkena dampak langsung dari larangan tersebut. Emirates mengurangi penerbangan ke AS karena melemah-nya permintaan penerbangan menuju AS.

Industri pariwisata AS juga akan ikut terdampak, pasalnya terdapat lebih dari 14,5 juta wisatawan dari Eropa tiap tahun atau sekitar 40 persen dari jumlah wisatawan asing yang datang ke AS.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah meminta Trump untuk mencari alternatif atas larangan membawa laptop yang diperluas hingga ke Eropa. Menurut IATA, memperluas larangan tersebut ke Eropa bukan hal yang benar.

“Respon Kanada, Uni Eropa, dan Australia terhadap kebijakan intelijen yang sama menunjukkan bahwa larangan membawa perangkat elektronik ke dalam kabin bukan satu-satunya jalan. Kami yakin bahwa ini tidak akan berkesinambungan dalam jangka panjang,” ungkap CEO IATA Alexandre de Juniac.

Rincian mengenai potensi ekspansi larangan membawa perangkat elektronik tersebut memang belum jelas. Akan tetapi, industri penerbangan dan pariwisata sudah bersiap untuk hal terburuk. (*/NP)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close