NewsRagam

MASKAPAI TERPURUK AKIBAT PANDEMI COVID-19

Infopenerbangan,- Semenjak adanya Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap dunia penerbangan.

Akibat pandemi covid-19 yang melanda industri penerbangan, banyak maskapai yang menyatakan bangkrut.

Pada bulan Maret 2020 lalu, maskapai penerbangan Flybe yang terkena dampak covid-19 dan menyatakan maskapainya bangkrut.

Maskapai di Eropa dengan jumlah karyawan 2.200 orang, yang mampu mengangkut 8 juta penumpang dalam setahun tak bisa bertahan akibat Covid-19.

Tanggal 5 Maret 2020, maskapai yang berbasis di Exeter Inggris telah menghentikan operasionalnya dan menurut laporan The Guardians, merek dan aset yang tersisa telah dijual kepada Thyme Opco yang merupakan bagian dari Virgin Connect.

Selain Flybe, maskapai yang terkena dampak covid-19 yaitu maskapai Thai Airways yang mengalami kebangkrutan.

Maskapai Thai Airways memutuskan untuk berjualan patong-go atau roti goreng khas Thailand untuk mencari sumber pendapatan baru akibat pandemi covid-19.

Kabarnya, baru-baru ini Thai Airways dikabarkan akan menjual 34 pesawat miliknya untuk memulihkan keuangan perusahaan akibat terdampak pandemi covid-19.

Selain Flybe dan Thai Airways, maskapai yang terdampak pandemi covid-19 dan mengalami kebangkrutan yaitu Aeromexico pada bulan Juli 2020 lalu telah mengajukan permohonan kebangkrutan di pengadilan Amerika Serikat.

Permohonan kebangkrutan ini diajukan, sebab permintaan perjalanan udara yang menurun akibat pandemi covid-19.

Aeromexico menjadi maskapai ketiga Amerika Latin yang mengajukan bangkrut, setelah Avianca Holdings asal Kolombia dan Latam Airlines asal Chili.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close