DomestikNews

MINAT MENJADI PILOT MASIH TINGGI

Infopenerbangn,- Sekolah penerbangan di Indonesia Angkasa Aviation Academy, mulai beroperasi pada tahun 2010 dan di kota palangkaraya sendiri di mulai tahun 2013 sebelumnya AAA dikenal sebagai sayap terbang sekolah.

Kini AAA sudah mencetak 570 pilot sebagian besar sudah di serap maskapai Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, dan Thai Lion Air. Dedikasi AAA berpegang teguh terhadap mutu dan kualitas sebagai sekolah Wings Flying terbaik dindonesia dalam hal program – porgram pelatihan penerbangan yang profesional.

Menargetkan bisa mendapat sertifikasi Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (The European Aviation Safety Agency/EASA) dan Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA).

”Mulai tahun depan AAA ingin menargetkan bisa mendapat sertifikasi Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (The European Aviation Safety Agency/EASA) dan Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA)  dan dua tahun lalu AAA sudah diaudit kedua organisasi tersebut tapi belum memenuhi syarat.

MINAT MENJADI PILOT MASIH TINGGI
Capt. Audy L Punuh (14/9 Aviasi)

Namun, sudah memiliki kemampuan mendapatkan sertifikat  tetapi AAA sangat optimistis bisa mendapat sertifikasi EASA dan FAA tahun depan,” tambah Capt.Audy.

Dan simulator yang digunakan AAA bahkan sudah lebih dulu mendapat sertifikat EASA, tidak sedikit pilot asing dari maskapai besar dunia melatih kembali pilot-pilotnya di simulator Lion Air Group.

Tiga jenis simulator yang dimiliki Lion Air Group yakni Boeing 737, Airbus 320, dan ATR 72. Ada juga simulator Airbus 330 untuk latihan pilot senior.

”Saat ini  sudah banyak permintaan siswa asing untuk mengenyam pendidikan di AAA cukup tinggi. Salah satunya dari Malaysia dan Vietnam,” ujar Capt Audy L Punuh Head Of Angkasa Super Service (ASS)

“Beberapa  tahun belakangan ini AAA terus berbenah agar pilot-pilot yang lahir dari sekolah ini menjadi andalan bagi maskapai naungan Lion Air Group dan maskapai lain jika membutuhkan,” terang Audy kepada Aviasi di Palangka Raya, Jumat (14/9).

AAA tahun depan rencananya merekrut hingga 200 siswa. “Sekarang yang sedang pendidikan 150 siswa,” terangnya.Audy katakan,  ada tiga lokasi pendidikan sekolah penerbangan AAA di Balaraja untuk pendidikan dasar, hanggar Palangka Raya, dan Cirebon untuk flight training.

“Pratama Budhi sebagai HRD Pilot Recruitment Manager Lion Air Group menjelaskan pendidikan di AAA membutuhkan 18 bulan untuk lulus dengan dua sesi, ground class selama 4 bulan, sisanya flight training 14 bulan.

Setelah menyelesaikan pendidikan, siswa pilot mendapat lisensi Airline Transport Pilot Licence (ATPL).
Untuk bisa membawa penumpang pesawat komersial pilot harus lebih dulu mengambil sertifikasi khusus agar bisa menerbangkan jenis pesawat misalnya Airbus 320, Boeing 737, atau ATR.  selama pendidikan, masing-masing siswa training maksimal 195 jam,” jelasnya.

Siswa yang berhasil menyelesaikan training di bawah 195 jam tetap diluluskan. Kini jumlah pilot Lion Air Group di tiga maskapai di Indonesia mencapai 1.691 orang, 10 persen pilot asing yang bekerja.

Mereka setingkat captain dan instruktur.” Saat ini AAA baru memiliki 22 pesawat Cessna 172S, 12 pesawat untuk hanggar Palangkaraya, dan 10 lainnya berada di cirebon apa bila tingkat minat calon – calon siswa terus bertambah pastinya kita tetap akan menambahkan pesawat di karenakan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Sumber ethan aviasi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close