DomestikHot NewsNews

Optimalkan Layanan, Kemenhub Kembangkan Bandar Udara Banyuwangi

Infopenerbangan,- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait pengembangan bandar udara Blimbingsari yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kesepakatan tertuang dalam Surat Kesepakatan Bersama Nomor: HK.201/1/20/DRJU.KUM-2017 dan Nomor: 188/485/429.012/2017 yang ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dan Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, Jumat (18/8) di Kementerian Perhubungan.

Agus mengatakan, tujuan pengembangan bandara Blimbingsari untuk mengoptimalkan fungsinya sebagai fasilitas umum yang digunakan melayani masyarakat dari dan ke Banyuwangi atau sekitarnya yang memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan penerbangan.

“Dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama ini dapat menjadi titik tolak peningkatan pelayanan bandara baik dari sisi darat (terminal) dan sisi udara dalam rangka mengantisipasi tingkat pertumbuhan penumpang, kargo serta peningkatan pelayanan bagi pengguna jasa bandar udara,” kata Agus.

Mulai akhir tahun, sejumlah infrastruktur Bandara Banyuwangi mulai dibangun dan ditingkatkan, mulai dari apron (tempat parkir pesawat), penebalan landasan, hingga perpanjangan landasan yang bisa didarati Boeing 737-900 generasi terbaru. Dana sekitar Rp300 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan sejumlah infrastruktur tersebut.

“Targetnya semua Agustus 2018 selesai, karena sebagian pesawat menteri keuangan dari seluruh dunia akan mendarat di Banyuwangi untuk pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali. Ini kesempatan bagi Banyuwangi yang juga sedang mengembangkan peluang adanya penerbangan internasional nantinya, artinya ada prospek jadi international airport,” kata Agus.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas komitmen pemerintah pusat yang terus mendukung pengembangan Banyuwangi.”Saya kira ini model sinergi yang bagus. Apa yang bisa dikerjakan daerah, ya kami kerjakan. Yang tidak, pemerintah pusat turun tangan. Jadi semua pararel dan saling dukung,” ujarnya.

Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi mulai dioperasikan sejak tahun 2010 dengan panjang panjang runway 1.400 m x 30 m. Sekarang bandar udara ini telah memiliki runway 2.250 m x 30 m. Bandar udara yang berkonsep green building merupakan yang pertama di Indonesia, mampu menampung sekitar 280 ribu penumpang per tahun. Dengan meningkatnya pertumbuhan penumpang di Bandar Udara Blimbingsari. (*/NP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close