Domestik

PASCA INSIDEN LION AIR DI BANDARA SUPADIO, 9 PENERBANGAN SUDAH OPEN CHECK IN

Infopenerbangan.com – Sejumlah penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan sempat tertunda (delay) pasca tergelincirnya Lion Air JT 714 rute Jakarta-Pontianak, Sabtu sore kemarin (16/2/2019) di Bandara International Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Penutupan bandara sementara dilakukan hingga Minggu (17/2/2019) pukul 09.00 WIB tadi pagi.

Berita Terkait: PESAWAT LION AIR TERGELINCIR DI PONTIANAK

Setidaknya ada 9 penerbangan yang tertunda hingga Minggu pagi. Namun, sebagian sudah mulai melakukan open check in untuk pesawat dengan kode penerbangan GA 503, SJ 1830, IN 236, JT 711, IW 1440, QG 417.

Saat ini proses evakuasi Lion Air yang tergelincir sedang dilakukan oleh Tim Airport Emergency Komite Bandara Internasional Supadio sedang berlangsung. Evakuasi yang sedang dilakukan oleh Tim berupa pemasangan trackway dan pelepasan airbag.

Informasi yang berkembang di lapangan, badan pesawat dikabarkan sudah berhasil diangkat ke landasan pacu.

“Langkah selanjutnya akan dilakukan penarikan airbag dan penarikan pesawat ke daerah perkerasan. Kami mohon doa dari masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Barat supaya proses evakuasi ini berjalan secepatnya dan lancar,” ucap Officer in Charge Bandara Internasional Supadio, Sul Karnaini.

Dampak Lion Air tergelincir dan adanya penundaan keberangkatan akibat penutupan bandara pada Minggu pagi (17/2/2019), sekitar 200 sampai 500 penumpang tertahan di Bandara Supadio. Seluruhnya merupakan penumpang dari maskapai penerbangan yang ditunda keberangkatannya.

“Kalau delay kembali tetap berlaku PM (Peraturan Menteri) nomor 89 tahun 2015 tentang penanganan delay,” tegas Sul.

Untuk penumpang saat ini ada beberapa yang masih menunggu di area lobi keberangkatan, namun ada juga yang sudah menunggu di area untuk melakukan proses check in. “Namun yang kami pastikan bahwa semua penumpang yang berada di area saat ini telah dilakukan penanganan sesuai protap-protap (aturan) maskapai penerbangan,” pungkasnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close