News

PENERBANGAN KARGO, MASA DEPAN BISNIS PENERBANGAN NASIONAL

InfoPenerbangan,- Bisnis penerbangan menjadi sektor yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19. Dimana pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja maskapai, dengan adanya pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi.

Sejak pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu hingga sekarang, jumlah penumpang pesawat turun tajam hingga lebih dari 50 persen. Akibatnya, maskapai juga mengurangi jumlah penerbangan demi melakukan efisiensi biaya operasional.

Namun demikian, di balik ketidakberuntungan tersebut, terselip suatu sinar yang makin hari makin terlihat cerah bagi bisnis penerbangan nasional. Sinar tersebut adalah bisnis kargo udara yang ternyata tidak banyak terpengaruh oleh pandemi ini.

Kargo udara adalah pengiriman berbagai macam barang dengan menggunakan moda transportasi udara seperti misalnya pesawat udara dan helikopter. Kargo udara tidak terlalu berpengaruh oleh pandemi covid-19 karena yang diangkut adalah barang-barang kebutuhan masyarakat, bukan penumpang (manusia).

Dengan demikian kargo udara dianggap tidak dapat ikut menyebarkan virus covid di masyarakat. Bahkan, kargo udara justru harus terus diadakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dilarang untuk bepergian dan berkerumun. Untuk itu, kargo udara tidak dilarang, bahkan justru diharuskan tetap beroperasi.

Dengan demikian jumlahnya tidak banyak berkurang di saat pandemi jika dibanding dengan sebelum pandemi. Jumlah kargo udara yang diangkut maskapai nasional pada tahun 2020 hanya turun sedikit dibanding penurunan jumlah penumpang.

Seperti dikutip dari laman kompas.com, data dari 15 bandara PT Angkasa Pura I, pada tahun 2020 lalu lalu lintas kargo udara yang dilayani adalah 436.049 ton. Hanya turun sedikit dari tahun 2019 yang tidak pandemi yaitu 481.180 ton. Pada kuartal 1 tahun 2021 ini, Angkasa Pura I sudah melayani lalu lintas 105.411 ton kargo udara.

Dan diprediksi pada akhir tahun 2021 jumlah kargo udara yang dilayani di 15 bandaranya mencapai 445.049 ton. Berkah meningkatnya kargo udara juga didapat oleh maskapai Citilink. Selama masa pelarangan mudik lebaran tahun 2021, mereka memetik berkah dari pengiriman kargo udara.

Pada tanggal 6 Mei 2021, atau hari pertama larangan mudik, maskapai ini telah mengangkut sekitar 250 ton kargo udara ke beberapa kota seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Pekanbaru, Pontianak, Batam dan kota-kota lainnya.

Ada 36 penerbangan kargo ke 20 rute yang mereka laksanakan dengan pesawat Airbus A320, ATR 72-600 dan Boeing B735 freighter.

Citilink memanfaatkan peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah pada April 2020 yaitu Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara No. 17/2020 tentang pesawat konfigurasi penumpang yang digunakan untuk mengangkut kargo di dalam kabin penumpang.

Pesawat-pesawat Citilink yang biasanya digunakan untuk mengangkut penumpang, dipakai untuk mengangkut kargo, karena penumpangnya dilarang terbang. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close