Uncategorized

PILOT GUNAKAN LISENSI PALSU, PIA DILARANG TERBANG KE EROPA

Foto: wikimedia.org

Infopenerbangan,- Regulator telah menangguhkan penerbangan Pakistan International Airlines (PIA) ke negara-negara Uni Eropa selama enam bulan ke depan. Hal ini diputuskan setelah hampir sepertiga pilot maskapai asal Pakistan tersebut dilaporkan mengantongi lisensi palsu.

Melansir laman Channel News Asia, Rabu (1/7/2020), EU Aviation Safety Agency (EASA) telah memberitahu PIA bahwa pihaknya belum yakin apakah sisa pilot maskapai ini benar-benar memenuhi syarat untuk terbang. Juga, telah kehilangan kepercayaan pada pihak maskapai.

Suspensi ini merupakan pukulan bagi PIA setelah Menteri Penerbangan Pakistan minggu lalu memberitahu parlemen tentang penemuan mengejutkan. Ulasan yang dilakukan pemerintah menemukan 262 dari 860 pilot aktif memegang lisensi palsu maupun curang selama ujian.

Lebih dari setengahnya ditemukan di PIA. Karenanya, pihak maskapai segera mengambil keputusan tak mengizinkan terbang bagi 141 dari total 434 pilot mereka.

EASA mengatakan, pihaknya telah menangguhkan PIA dan maskapai privat Pakistan yang lebih kecil. Keputusan ini berkaca pada laporan yang disampaikan parlemen negara Asia Selatan tersebut.

Berdasarkan keterangan juru bicara PIA, Abdullah Khan, pada AFP, pihaknya tengah mempertimbangkan naik banding terkait perkara temuan lisensi pilot palsu. Padahal, maskapai ini baru saja membuka kembali penerbangan ke beberapa negara Eropa, termasuk Paris, Milan, dan Barcelona.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memberitahu parlemen bahwa ia akan melakukan pembaruan di PIA, beserta institusi pemerintah lain. “Saya memberi tahu pada negara saya, kita tak punya pilihan lain. Pembaruan tak lagi bisa dihindari,” ucapnya.

Menteri Penerbangan Pakistan Ghulam Sarwar Khan berjanji restrukturisasi PIA akan rampung pada akhir tahun ini. PIA tercatat punya 31 pesawat dengan total 14,5 ribu pegawai. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close