Highlight

Potensi Bisnis Air Charter

Penerbangan di Indonesia khususnya non berjadwal saat ini masih dipandang sebelah mata, padahal potensi tumbuh berkembangnya masih sangat tinggi. Dominasi air charter pada sektor oil dan gas mencapai 40% dan jika kita menilik sedikir, perputaran uang tahun lalu mencapai angka 530 juta US dollar.

Ketua Penerbangan Non Berjadwal INACA Denon Prawiraatmadja mengungkapkan bahwa bermain di sektor ini masih sangat terbuka luas dan belum tergarap dengan maksimal. “hal yang masih bisa digarap dengan serius yakni seperti tourisme, city transportation dan liannya,” jelas Denon.

Meski biaya sewa pesawat di Indonesia tergolong tinggi dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura hal itu menjadi tantangan bagi penerbangan non berjadwal saat ini. “di Indonesia biaya sewa pesawat perjam mencapai 2500 – 6000 us dollar sedangkan diluar negeri hanya berkisar 800 – 1000 us dollar,” ungkap Denon.

Tingginya biaya sewat tak bisa dihindari karena selain ketergantungan pada nilai dollar terhadap rupiah, juga dipengaruhi oleh bea masuk sparepart yang masih tergolong tinggi antara 8-12 persen.

Managing Director PT Transnusa Aviaion Mandiri (TransNusa) Bayu Sutanto mengatakan bahwa bisnis di sini memiliki keuntungan ekonomis, karena perputaran uangnya yang lebih stabil karena sudah fix (kontrak) dan dibayar dengan nilai dolar. (Eky)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close