DomestikHot News

NASIB GARUDA INDONESIA DIBAWAH PIMPINAN RINI SOEMARNO

Peringatan Kepada Pemerintah Telah Disampaikan Oleh Sekertariat Bersama Karyawan Garuda

JAKARTA, – Acara diskusi bertajuk  Nasib Perusahaan “Plat Merah” Dibawah Kebijakan Rini Soemarno, diselenggarakan oleh Aktual Forum. Beberapa permasalahan di perusahaan BUMN terungkap dan menjadi perbincangan hangat.

Badan Usaha Milik Negara atau yang biasa disebut BUMN perannya sangat penting bagi Negara. “BUMN sebenarnya bisa jadi penggerak utama bagi perekonomian Negara. Tapi sekarang menjadi faktor memperlambat, bukan mempercepat pertumbuhan ekonomi.” Kata Rizal Ramli, mantan Menteri Menko Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan Indonesia pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur). Dan ia membeberkan beberapa pernyataan tentang BUMN saat ini dibawah Kepemimpinan Rini Soemarno.

Aset BUMN pada tahun 2017 sebanyak 7.212 Triliun Rupiah, dan sempat dinaikkan oleh Rizal Ramli sebesar 1.000 Triliun. Saat ini BUMN banyak merugi seperti perusahaan Garuda misalnya selama 3 tahun ini ia sangat merugi dan sebesar Rp. 2,88 Triliun Rupiah tahun 2017. Ia sudah pernah juga menyarankan Kabinet untuk melakukan revaluasi aset, hanya Jokowi dan dirinya pada saat itu yang setuju dengan saran tersebut. Rini Soemarno dan Menteri Keuangan tidak setuju dengan  sarannya tersebut. Tapi pada akhirnya, Rizal Ramli berhasil menaikkan 800 Triliun.

Satu minggu sebelum setelah dilantik beliau berkata kepada Presiden Jokowi “Mas ini sih bahaya, saya gak mau pas jadi Menko selametin Garuda yang kedua kalinya.” Kata Rizal Ramli

Pada tahun 2000 Rizal Ramli pernah menyelamatkan Garuda. Saat itu, Garuda mempunyai utang sebesar 1,8 Miliar dolar kepada Bank Eropa. Jika tidak mampu menyicilnya, maka Garuda akan di ancam. Namun Rizal Ramli berhasil mengatasi tuntas kasus ini. Saat ini menurutnya pihak Garuda akan merugi lagi. Kenapa? Karena harga minyak dan lainnya menurut perkiraan negara 48 dolar sekarang menjadi 75 dolar mungkin bentar lagi 100 dolar, karena Amerika batalkan deal dengan Iran.
Ichanudin Noorsy (tengah), Rizal Ramli (kanan)
“Garuda bangga pernah jual tiket murah. Garuda itu Premium. Kok bangga sih jual tiket murah? Harusnya bisa jaga brandnya. Jadi direktur marketingnya yang gak ngerti masalahnya. Harusnya sudah ada bagiannya untuk bagian tiket murah, yaitu Citilink. Bukan Garuda.” ujar Rizal Ramli.
“Jadi kesimpulannya, saya sayang sama pak presiden secara pribadi. Cara ngumpulin uang politiknya itu loh yang gak bener. Mohon, sudah waktunya untuk di pecat pak, jika tidak nanti akan menjadi problem besar, Pak Jokowi.” Katanya dengan penuh harapan.
Turut hadir sebagai pembicara dalam acara yang diadakan di Jakarta, Minggu (13/04/2018) tersebut Ichsanuddin Noorsy, Ahmad Irfan sebagai perwakilan dari Serikat Karyawan Garuda (SEKARGA) yang juga Ketua Serikat Pekerja BUMN,  Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt. Bintang Hardiono dan beberapa pengamat ekonomi.
Ahmad Irfan (tengah), Bintang Hardiono (kanan)

Dalam kesempatan berbicara, Capt. Bintang Hardiono, pilot senior yang telah bekerja 38 tahun, mengutarakan, bahwa benar Pilot dan Karyawan Garuda memberi peringatan kepada pemerintah. Hal tersebut dilakukan karena beberapa kebijakan yang mulai melanggar beberapa peraturan penerbangan, pelayanan ke pada masyarakat yang menurun, serta kekacauan jadwal penerbangan.(*)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close