DomestikHighlight

Saat Masuk X-Ray Jam Dan Ikat Pinggang Wajib Dilepas

Jika minggu-minggu ini petugas keamanan di bandara meminta anda untuk membuka jam tangan atau ikat pinggang, jangan kaget atau protes. Ikuti saja permintaannya. Karena itu merupakan bagian dari Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional (PKPN). Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo saat melakukan Sosialisasi Peraturan di Bidang Penerbangan di Surabaya, Kamis (15/10).
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo saat melakukan Sosialisasi Peraturan di Bidang Penerbangan mengatakan, mengapa sabuk atau ikat pinggang harus diperiksa demi keamanan, karena bisa saja penumpang yang berniat jahat menyimpan senjata atau pisau yang tipis di dalam kulit ikat pinggangnya. Jam tangan yang canggih juga bisa menjadi senjata seperti menyiapkan jarum-jarum beracun yang mengoperasikannya melalui tombol-tombol yang ada pada jam tangan.
“(Dengan jam dan ikat pnggang dilepas) Keberadaan pisau itu bisa terdeteksi saat melalui x-ray. Itulah sebabnya mengapa jam tangan dan ikat pinggang wajib di lepas,” ujar Suprasetyo.
Pemeriksaan semacam itu, sementara ini memang baru dilakukan di bandara-bandara besar. Namun pemeriksaan ini nantinya juga akan diterapkan di seluruh bandara termasuk Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) selambat-lambatnya akhir Desember 2015.
Mengingat pemeriksaan tersebut akan menyita waktu, Suprasetyo mengimbau kepada calon penumpang untuk melakukan check in jauh-jauh sebelum keberangkatan penerbangan. Sementara itu, penyelenggara bandara juga memberikan pengumuman dengan memasang sepanduk, standing banner, atau pengumuman melalui pengeras suara secara berulang-ulang. “Ini untuk kepentingan penumpang juga,” katanya.
Diakui oleh Suprasetyo, peraturan itu oleh sebagian calon penumpang terlalu berlebihan. Namun sesungguhnya aturan ini sudah ada sejak lama, sesuai Standard Operation Procedure (SOP) yang sudah berlaku, hanya perlu di update sesuai dengan kebutuhan.
Peraturan ini juga untuk mendukung program pemerintah pusat yang mentargetkan 12 juta wisatawan asing. Sebagai pintu masuk, bandara harus aman sehingga wisatawan akan merasa aman selama berada di Indonesia.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo disela-sela Sosialisasi Peraturan Di Bidang Penerbangan menjelaskan, peraturan itu dibuat demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang selama dalam penerbangan.
“Keamanan itu sangat penting. Bukan hanya untuk maskapai tapi juga untuk penumpangnya. Maskapai akan merasa aman jika seluruh bandara tertutup oleh pagar dan tidak bisa dimasuki oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Sementara itu penumpang juga merasa nyaman jika tidak ada masalah selama dalam penerbangan,” jelas Suprasetyo.
PM 127 Tahun 2015 ini juga di ikuti oleh Peraturan Dirjen Perhubungan Udara, No 546 Tahun 2015 tentang Program Diklat Personel Penanganan Pengangkutan Barang Berbahaya dan Peraturan Dirjen Perhubungan Udara No 547 Tahun 2015 tentang Petunjuk Tata Cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139-10, Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandara.

Tags

Related Articles

3 thoughts on “Saat Masuk X-Ray Jam Dan Ikat Pinggang Wajib Dilepas”

  1. Kenapa cuma jam tangan dan ikat pinggang aja yang dilepas ?
    Apakah sepatu tidak di lepas ?
    Padahal kalo mau jeli justru di dalam sepatu yang lebih dimungkinkan untuk hal hal semacam itu
    Cobalah lebih profesional lagi

  2. Ok kl itu akandiperiksa. Jam tangan dan ikat pinggang. Tetapi apa harus 2 kali buka ikat pinggang dan jam tangan. Sangat ribet dan tdk nyaman bagi penumpang. Spt di terminal kedatangan garuda cengkareng . Baru masuk buka bukaan. Masuk gate F1 .buka bukaan lagi. Pilihlah salah satu saja. Misalnya yg final di pintu gate garuda saja .diawal kedatangan gak perlu.
    atawa alat harus canggih .tanpa buka ikat pinggang jam .detektor bisa menangkap adanya barang yg dilarang dlm arloji atau ikat pinggah

  3. 9 jun 2016. Bandara soetta.
    Waktu aku masuk, semua di cek termasuk lepas ikat pinggang. Kenapa ga buka celana, telanjang sekalian.
    Tapi bkan itu yg jadi masalah, ada seorang petugas kurus krempeng muka macam gorengan, pas aku tanyak kenapa buka semua, tp dengan sombongnya dia bilang, tuh baca tuh. Lalu aku plototin dia sambil bilang muka macam sampah sombong, kau itu makan dari tiket kami.
    Lalu aku antarin keluarga ke ruang tunggu, pintu B1.
    Setelah aku antarin aku pergi lagi ke tmpat dimana si manusia sombong tadi berada, aku duduk di tempat dimana tempat cek itu berada, selama duduk hampir sejam aku plototin terus, berharap dia nantangin balik.
    Tp dia kagak berani malah sembunyi2 muka,
    Pengen banget gua patahin lututnya, hancurin testisnya, patahkan rusuk sama rahangnya lalu kulobangi matanya pake jari.
    Tolong sampaikan kpd petugas angkasa pura, petugas sok itu krempeng bangsat tdk perlu sok.

    Kalau mau duel, aku tunggu skrg di ruang tunggu. Org mcam dia 2 org pun aku ga bakal roboh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close