Hot News

SAHAM GARUDA MEROSOT 10 PERSEN PASCA SENTIMEN NEGATIF

Infopenerbangan – Harga saham memang selalu bergerak naik turun bak roller coaster. Pergerakannya sangat dipengaruhi oleh berbagai isu dan munculnya sentimen baik sentimen negatif maupun positif. Begitu pula dengan harga saham Garuda (GIAA,JK).

Saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia, Rabu (24/4/2019), dimana kinerja keuangan Garuda tahun 2018 dilaporkan meraih laba bersih US$ 809,85 riibu atau setara Rp 11,33 miliar (kurs Rp 14.000), harga saham Garuda melonjak naik 68 persen menjadi Rp 500, dibanding awal Januari 2019 yang hanya sebesar Rp 298 per lembar saham.

Namun dalam RUPS tersebut sempat terjadi silang pendapat, karena dua orang komisaris menyatakan disenting opinion. Dua komisaris ini berpendapat dampak dari pengakuan pendapatan perjanjian dengan Mahata Aero Teknologi telah menimbulkan kerancuan dan menyesatkan, masalahnya keuangan Garuda jadi berubah signifikan dari rugi menjadi untung.

Dalam paparan publik yang disampaikan Garuda dalam keterbukaan informasi BEI, kemudian dilakukan perbaikan laporan keuangan dan Garuda dilaporkan merugi US$ 175 juta atau setara Rp 2,45 triliun (kurs Rp 14.004/US$). Akibatnya harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) saat re-statement pada Jumat (26/7/2019) tercatat hanya sebesar Rp 390.

Melalui berbagai langkah perbaikan yang dilakukan oleh manajemen Garuda, secara perlahan perusahaan mulai bergerak positif. Selanjutnya harga saham Garuda turun naik dan berada di kisaran Rp 508 per lembar saham.

Babak baru perbaikan kinerja Garuda akhirnya membuahkan hasil dan Garuda akhirnya mampu turnaround. Mengacu laporan keuangan Garuda pada Kamis (31/10/2019), hingga Kuartal III-2019 Garuda dilaporkan meraih laba bersih sebesar US$ 122,42 juta atau setara Rp 1,71 triliun (kurs Rp 14.000).

Padahal sebelumnya, kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada periode yang sama tahun 2018 jeblok alias merugi US$ 114,08 juta atau setara Rp 1,59 juta.

Pasarpun merespon positif membaiknya kinerja Garuda dan harga saham GIAA,JK mampu bertengger di kisaran Rp 590 per lembar saham.

Namun membaiknya kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ternyata tak berlangsung lama. Turbulensi kembali terjadi ketika Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Ari Askhara dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (5/12/2019) kemarin.

Menteri BUMN, Erick Thohir, memberhentikan Direktur Utama Garuda Ari Askhara, karena tersandung kasus Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Saham Garuda pun kembali merosot dan pada perdagangan per Kamis (5/12/2019) tercatat turun menjadi Rp 490 per lembar saham atau turun 10 persen dibanding rata-rata tiga bulan terakhir yang sebesar Rp 553 per lembar saham.

Namun lagi-lagi seperti roller coaster, ada saatnya turun ada saatnya juga naik. Itulah roda kehidupan yang akan selalu berputar dan terus berputar. Kita tunggu saja..!! (*)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close