NewsRagam

SEKTOR PARIWISATA MESIN PENCETAK LAPANGAN KERJA

Info Penerbangan.com – Industri pariwisata dan perjalanan dunia sudah menjadi pencipta lapangan kerja utama secara global. Sektor ini mampu menciptakan lebih dari 280 juta pekerjaan di seluruh dunia (2015). Selama sepuluh tahun ke depan, diprediksi akan mampu menciptakan 25 juta lapangan kerja baru secara langsung, dan mendukung terciptanya 80 juta lapangan kerja baru secara tidak langsung di seluruh dunia.

Begitu pula dengan Indonesia. Besarnya potensi yang dimiliki oleh Indonesia, jika digarap serius dan maksimal, akan mampu menopang perekonomian nasional. Pariwisata akan menjadi mesin penciptaan peluang kesempatan kerja bagi masyarakat.

Pertama, hubungan keterkaitan antara jumlah wisman dengan lapangan kerja. Berdasarkan data hitoris sejak 2007 hingga 2017, rata-rata pertumbuhan wisman adalah sebesar 10 persen per tahun. Sedangkan lapangan kerja pariwisata tumbuh rata-rata sebesar 6 persen per tahun. Itu artinya bahwa, meningkatnya jumlah kedatangan wisman ke Indonesia otomatis akan berdampak positif pada peningkatan lapangan kerja di bidang pariwisata.

Kedua, mengacu pada perhitungan pengganda National Tourism Satellite Account (2006), dimana  setiap pengeluaran wisatawan sebesar Rp1,000,000,000,000 akan berdampak terhadap penciptaan kesempatan kerja di sektor pariwisata sebesar 0,0000000530 dan perekonomian nasional sebesar 0,000000761. Dengan menggunakan target perolehan devisa pariwisata tahun 2019 sebesar Rp. 275 milyar, berarti akan mampu menciptakan kesempatan kerja di sektor pariwisata sebanyak 14.575 orang dan untuk perekonomian nasional sebesar 209.275 orang.

Ketiga, dampak dari aspek pembangunan/pengembangan bandara baru baik Angkasa Pura II (AP II), Angkasa Pura I (AP I), pengembangan bandara yang dikelola oleh Kemenhub, maupun bandara milik TNI AU (Enclave), diperkirakan akan mampu menciptakan tambahan lapangan kerja baru SDM bandara sebanyak 112.036 orang.

Keempat, mengacu pada fleet plan seluruh maskapai di Indonesia yang berencana akan menambah sebanyak 738 pesawat, plus tambahan pengoperasian pesawat amphibian/sea plane sebanyak 60 pesawat untuk mengembangkan potensi penerbangan bahari (acuan Maldive atau Maladewa), diperkirakan akan mampu menciptakan tambahan lapangan kerja baru untuk SDM penerbangan sebanyak 76.715 orang.

Berita terkait: SAATNYA GENJOT SEKTOR PARIWISATA

Pembenahan Kualitas SDM Pariwisata

Dalam rangka mengembangkan sektor pariwisata nasional, ketersediaan SDM pendukung pariwisata menjadi hal yang krusial. Jika mengacu pada laporan World Economic Forum (WEF) 2015, dari aspek Human Resources and Labour Market, Indonesia berada di posisi 53, setelah Singapore (3), Malaysia (30), Thailand (29), dan Philippines (42). Artinya, meski Indonesia memiliki jumlah penduduk terbanyak ke-4 dunia, namun dari aspek kesiapan dan kualitas SDM masih memerlukan pembenahan lebih lanjut.

Yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah adalah pada aspek sertifikasi SDM pariwisata. Pada tahun 2014 dilaporkan jumlah SDM pariwisata yang tersertifikasi hanya sebanyak 121.520 orang atau baru 1,2 persen dari lapangan kerja pariwisata. 2015 meningkat sedikit sebanyak 159.020 orang atau 1,5 persen. Untuk periode 2018/2019 pemerintah mencanangkan SDM tersertifikasi sebanyak 300.000 orang atau 3,8 persen. (*)

Galih Rudyto / Trend Aviation Consulting

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close