Ragam

SKEMA KSP DAN KPBU JADI ALTERNATIF PENDANAAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR BANDARA

Infopenerbangan – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dorong pengembangan infrastruktur bandara melalui dua skema pembiayaan yaitu Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Aset Barang Milik Negara dan Kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kedua skema ini dipilih sebagai salah satu strategi dalam mengurangi beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dikutip dari tempo.co mengatakan, skema KSP adalah suatu konsep besar dari pemerintah untuk secara bersama-sama membangun infrastruktur di Indonesia termasuk dalam pembangunan dan pengelolaan bandara.

“Dengan adanya KSP, tidak ada aset Kemenhub yang berpindah, tetapi PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II memiliki hak untuk mengelola bandara tersebut adalah untuk masa konsesi selama 30 tahun. Pemerintah mengajak swasta untuk bersama-sama membangun bandara menjadi lebih optimal dan memiliki nilai tambah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo,” jelas Menhub.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Hubud), Polana B. Pramesti, mengatakan perubahan status pengelolaan ketiga bandara bertujuan memberikan kesempatan bagi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) untuk ikut serta dalam pengembangan bandara. Dengan berkembangnya bandara, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian terutama potensi daerah seperti pariwisata.

“Harapannya dengan dikelola melalui skema KSP ketiga bandara dapat terus dikembangkan menjadi lebih besar, mengingat trafik penerbangan yang meningkat dan potensi daerah yang besar namun tidak mengesampingkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam operasional penerbangan,” kata Polana.

Dia juga menjelaskan, Ditjen Hubud  telah mempersiapkan dan mendukung agar bandara-bandara siap untuk dikerjasamakan dan dapat memberi manfaat yang lebih baik kepada semua pihak secara berkelanjutan.

Kerja sama KSP adalah kerja sama untuk mendapatkan revenue stream Jasa Kebandarudaraan (aero) dan Jasa Terkait Bandar Udara (non-aero). Adapun bandara yang dibangun berdasarkan kerja sama KSP adalah Bandara Radin Inten II di Lampung; Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung; Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu; Bandara Sentani, Jayapura; dan Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close