News

SOETTA JADI SALAH SATU BANDAR UDARA TERBAIK, DALAM PEMULIHAN PENERBANGAN PASCA PANDEMI COVID-19

InfoPenerbangan,- Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tercatat di tetapkan sebagai salah satu Bandar Udara dengan penanganan pemulihan tercepat dari dampak pandemi Covid-19 di kawasan Asia Pasifik versi lembaga OAG Aviation Worldwide Limited.

“Bandar Udara Soekarno-Hatta meraih medali emas kategori The Most Recovered Airport dan ditetapkan sebagai Bandar Udara yang paling pulih dari dampak pandemi Covid-19 di kawasan Asia Pasifik,” ucap Vice Presiden of Corporate Communications PT Angkasa Pura II atau AP II Cin Asmoro dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Maret 2024. 

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk apresiasi bagi seluruh pemangku kepentingan di Bandar Udara Soekarno-Hatta atas upaya kerja keras semua pihak dalam mempertahankan dan memperkuat konektivitas penerbangan selama pandemi.

Berhubung dengan hal tersebut, Executive General Manager Bandar Udara Soekarno-Hatta Dwi Ananda Wicaksana mengatakan lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Soekarno-Hatta sempat mengalami penurunan drastis akibat pandemi Covid-19 yang pernah menggemparkan satu dunia, termasuk dalam dunia penerbangan.

Karena pada 2019 sebelum pandemi, jumlah penumpang di Bandar Udara Soekarno-Hatta tercatat 54,5 juta penumpang, lalu turun drastis pada 2020 saat pandemi melanda yakni menjadi 20,6 juta penumpang, dan kembali turun pada 2021 ke 18,8 juta penumpang.

Meski demikian, dia berujar bahwa Bandar Udara Soekarno-Hatta memiliki jiwa operasional yang tangguh dan cepat dalam beradaptasi sehingga dapat menghadapi tantangan pandemi  Covid-19 ini.

Dan hasilnya, pada 2022 jumlah penumpang pesawat meningkat hingga sebanyak 40,5 juta penumpang dan pada 2023 mencapai 50,9 juta penumpang atau merefleksikan tingkat pemulihan (recovery rate) sebesar 93 persen dibandingkan dengan 2019 saat belum ada pandemi.

“Berkat dukungan dari seluruh stakeholder, Bandar Udara Soekarno-Hatta dapat mempertahankan serta meningkatkan kembali konektivitas penerbangan,” kata Dwi dalam keterangan resminya, Kamis, 7 Maret 2024.

Dan juga berkat kolaborasi erat dari seluruh pihak antara lain AP II, Satgas Covid-19, Maskapai, AirNav Indonesia, TNI, Polri, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, Ground handling, serta didukung penuh Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN.

Maka Bandar Udara Soekarno-Hatta tidak pernah mengurangi jam operasional di tengah pandemi karena kami memahami Bandar Udara Soekarno-Hatta adalah jangkar penerbangan di dalam negeri, di mana penerbangan menjadi salah satu transportasi paling efisien di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Yang menjadi kan Bandar Udara Internasional Seokarno-Hatta menjadi Bandar Udara tersibuk di Indonesia untuk tetap beroperasi 24 jam setiap hari untuk melayani berbagai jenis penerbangan, termasuk bantuan pandemi dan penerbangan yang membawa vaksin.(*)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close