Hot News

SRIWIJAYA AIR MASUK PKPU SEMENTARA!

InfoPenerbangan,-  PT Sriwijaya Air saat ini dalam status penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara. Hal itu tertuang dalam salah satu putusan pengadilan niaga pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Adapun amar putusan salah satunya berbunyi menerima dan mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan oleh Pemohon PKPU (SUGIANTO) untuk seluruhnya.

Permohonan PKPU terhadap Sriwijaya Air itu telah terdaftar dengan nomor 247/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN Niaga Jkt.Pst di Sistem Informasi Penelusuran Perkara atau SIPP PN Jakpus. Dalam petitumnya, pemohon PKPU meminta hakim mengabulkan PKPU Sriwijaya Air.

Pertama, menyatakan  Termohon PKPU berada dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU-S) selama 45 hari terhitung sejak tanggal putusan diucapkan.

Kedua, mengangkat dan menunjuk Hakim Pengawas dari Hakim-Hakim  Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengawasi jelannya Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU-S) Sriwijaya Air.

Ketiga, mengangkat Sahat Tua Situngkir, Tarnama Kevin Nainggolan, Danny Christoper Sinaha dan Januado SP Sihombing selaku Tim Pengurus untuk mengurus harta termohon PKPU dalam hal termohon PKPU dinyatakan dalam keadaan PKPU,

Pengadilan memberikan PKPU Sementara selama 45 hari terhitung sejak Putusan aquo diucapkan kepada Termohon PKPU (PT Sriwijaya Air) yang berkedudukan di Jalan Pangeran Jayakarta 68 Blok C Nomor 15-16, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, dengan segala akibat hukumnya.

Pengadilan juga menetapkan hari persidangan berikutnya pada Rabu, tanggal 14 Desember 2022, bertempat di Ruang sidang Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pengadilan juga memerintahkan pengurus untuk memanggil debitur dan para kreditur yang dikenal dalam surat tercatat atau melalui kurir untuk menghadap pada sidang yang telah ditetapkan.

“Riwayat Medis” Sriwijaya Air

Dikutip dari BeritaSatu, Pada November 2018, Garuda Indonesia Group melalui Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air yang direalisasikan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) antara Citilink, Sriwijaya, dan NAM Air.

Kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen- komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang di antaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group

Namun, setahun kemudian kerja sama itu berakhir. Sriwijaya Air telah berkomitmen untuk menjamin pelayanan penerbangannya tidak terganggu pascakeputusan penghentian kerja sama dengan Garuda Indonesia dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pada 9 Januari 2021, Sriwijaya Air SJ-182 tujuan Jakarta – Pontianak yang mengangkut 50 orang penumpang dan 12 awak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Hingga hari ini, penyebab kecelakaan itu belum diumumkan secara resmi. Hari ini, Dirjen Perhubungan Udara dan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan bertemu dengan Komisi V DPR membahas hasil investigasi terkait kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182.

Krisis keuangan Sriwijaya Air kembali mencuat ke permukaan tahun lalu. Pada Mei 2021 lalu Manajemen Grup Sriwijaya Air membenarkan menerbitkan kebijakan baru terkait karyawan yang dirumahkan dampak pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut berupa opsi resign karyawan guna memberikan kepastian.

Dalam internal memo Grup Sriwijaya Air No.139/INT/SJNAM/V/2021 yang tersebar di kalangan media disebutkan alasan kebijakan baru terkait karyawan yang dirumahkan ini mempertimbangkan kondisi perusahaan yang mengalami penurunan likuiditas akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. (*)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close