DomestikHighlightNews

USULAN RIZAL RAMLI ATASI KRISIS GARUDA INDONESIA

5 MASALAH UTAMA GARUDA INDONESIA SAAT INI

Infopenerbangan,- Menurut Rizal Ramli Kasus Garuda adalah contoh dari mismanajemen dan ketidakmampuan, ketidakprofesionalan Menteri BUMN yaitu Rini Soemarno. Sejauh ini BUMN digunakan sebagai alat, mobilisasi dana, politik, dan bancakan.

Mengapa sampai saat ini Jokowi masih tetap mempertahankan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN? Padahal kinerjanya yang jeblok merupakan bagian dari masalah saat ini, bukan solusi untuk BUMN.

Garuda Indonesia selama 3 tahun berturut-turut mengalami kerugian, pada tahun 2014 sebesar USD 399,3 Juta, ditahun 2017 sebesar USD 213,4 Juta, dan ditahun 2018 sebesar 256 Juta perkiraannya.

Rizal Ramli yang dulunya pernah menjabat sebagai Menteri Menko Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan Indonesia pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Lalu dua minggu sebelum Dr Rizal Ramli diangkat menjadi Menko Maritim dan Sumber Daya di Kabinet Presiden Jokowi pada Agustus 2015, Rizal mengatakan kepada Presiden Jokowi bahwa Garuda sudah merugi sebesar USD 399,3 Juta ditahun 2014, dan akan terus merugi kalau tidak ambil langkah perombakan dan perbaikan.

Dr Rizal Ramli memiliki pengalaman menyelamatkan Garuda dari kebangkrutan pada saat menjadi Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur pada 2000-2001. Pada saat itu, Garuda tidak mampu membayar kredit sebesar USD 1,8 miliar,  pembelian pesawat yang di-mark-up dan leasing yg di-mark-up lebih dari 50% pada saat rezim Orde Baru.

Lalu pada Juli 2015 Garuda mempunyai masalah besar, karena pembelian pesawat ugal-ugalan dan mark up (yang kemudian terbukti di KPK), Jenis pesawat Bombardier dan Airbus A380. Lagi, Rizal Ramli ingin kembali menyelamatkan Garuda seperti pada tahun 2000 sampai 2001.

Saat itu Presiden Jokowi mengatakan. “Bagaimana baiknya?”

Perlu dicatat, Rizal Ramli juga pernah menyelamatkan PLN yang nyaris bangkrut pada tahun 2001. Yang saat itu asset PLN hanya Rp 50 triliun dan modal PLN minus Rp 9 triliun dengan cara revaluasi aset,  sehingga PLN jadi sehat kembali (asset naik menjadi Rp 202 triliun dan modal naik Rp 119,4 triliun).

Rizal Ramli memiliki tanggung jawab moral dan intelektual sebagai Menko Maritim & Sumber Daya yang membawahi Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM. Agar kasus krisis PLN dan Garuda tahun 2000-2001 tidak terulang kembali.

Saat itu banyak yang tidak paham alasan atau basis peringatan Rizal Ramli tersebut. Ia dituduh hanya mengada-ngada dan cari popularitas. Bahkan Rizal Ramli dibully di hampir semua media nasional, dicap sebagai biang gaduh.

Kembali ke persoalan krisis Garuda, sebetulnya di setiap korporasi merugi adalah soal biasa. Bisa karena sebab-sebab eskternal dan internal. Yang paling penting adalah perusahaan harus memiliki strategi untuk membalikkan situasi atau turn around strategy.

5 Masalah Utama Garuda Indonesia yaitu :

  • Pengangkatan direksi Garuda tidak berlandaskan kompetensi, jumlah direksi terlalu banyak (8 orang direksi hanya akomodasi politik).
  • Manajemen tidak berani mengambil keputusan untuk pembatalan danrescheduling pembelian pesawat-pesawat yang tidak diperlukan.
  • Flight & rute manajemen payah. Yang dilakukan manajemen hanya pemotongan biaya via cross cutting, cross the board. Sangat berbahaya jika yang dipotong anggaran di sektor training. Padahal bisnis penerbangan  intinya adalah safety-nya Juga seharusnya direktur operasi tidak dilebur menjadi jadi direktur produksi.
  • Permainan atau patgulipat di Garuda terjadi juga dalam hal pembelian logisitik. Sistem pengadaan tidak kompetitif, sehingga harga yang dibeli konsumen kemahalan.
  • Rute manajamennya payah. Seharusnya direktur operasi harus dipilih lebih canggih.

“Kami hanya ingin membantu Pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi untuk memberikan solusi karena reputasi presiden Jokowi akan merosot kalau Garuda tidak diselamatkan. Kami Cuma tidak ingin reputasi Presiden Jokowi merosot Garuda terpaksa dijual.” Kata Rizal Ramli.

Rizal Ramli pun mengatakan akan segera merumuskan strategi perbaikan Garuda, dan jika dilaksanakan sungguh-sungguh Garuda bisa untung kembali dalam waktu kurang dari dua tahun. Untuk itu sebagai prasyarat awal perlu dilakukan overhaul komisaris dan manajmen PT Garuda Indonesia Airways.

“Kasus BUMN Garuda ini sebenarnya relatif kecil dibanding dengan masalah yang dihadapi semua BUMN dan total persoalan perekonomian Indonesia. Kami ingin menunjukkan contoh analisa masalah dan solusi untuk kasus Garuda. Dan kami memiliki rancangan dan solusi ekonomi Indonesia keseluruhan untuk tumbuh 10 % tahun 2019-2024 sebagai calon presiden Republik Indonesia.” Tambahnya.

(*/TZ)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close