
InfoPenerbangan,- Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi salah satu periode tersibuk bagi dunia penerbangan Indonesia. AirNav Indonesia mencatat, per 30 Desember 2025, jumlah penerbangan harian mencapai 5.000 penerbangan per hari melampaui proyeksi awal sebesar 4.200 penerbangan.
“Lonjakan ini terutama terjadi di lima bandara utama, yakni Soekarno-Hatta (Cengkareng), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar), Kualanamu (Medan), dan Sultan Hasanuddin (Makassar),” ujar Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia, Didiet K.S. Radityo, saat ditemui di Kantor Cabang Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).
60 Ribu Lebih Penerbangan Selama Periode Nataru
Sejak dimulainya posko pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 18–29 Desember 2025, total penerbangan yang tercatat mencapai 60.275 penerbangan.
Dari jumlah tersebut, 30.118 penerbangan merupakan keberangkatan dan 30.157 penerbangan kedatangan.
Didiet menjelaskan, mayoritas penerbangan berasal dari rute domestik sebanyak 51.482 penerbangan, sementara 8.793 penerbangan lainnya merupakan rute internasional.
257 Posko AirNav Siaga 24 Jam di Seluruh Indonesia
Untuk menjaga kelancaran dan keselamatan penerbangan selama masa liburan, AirNav Indonesia menyiagakan 257 posko Nataru di seluruh cabangnya di Indonesia.
Posko-posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi antara AirNav, Kementerian Perhubungan, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Selain di cabang, AirNav juga mengoperasikan posko utama di Kantor Pusat yang beroperasi 24 jam, guna memastikan setiap potensi gangguan penerbangan bisa direspons secara cepat dan terkoordinasi.
“Dengan sistem koordinasi nasional ini, setiap kejadian yang berpotensi mengganggu kelancaran penerbangan dapat segera ditangani bersama,” jelas Didiet.
Antisipasi Cuaca Buruk di Awal Tahun 2026
AirNav Indonesia juga terus memantau potensi cuaca ekstrem selama arus balik Tahun Baru 2026 yang diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026.
Koordinasi intensif dilakukan bersama BMKG untuk memperbarui informasi cuaca di jalur penerbangan, serta Basarnas dan BNPB dalam mendukung misi modifikasi cuaca bila dibutuhkan.
“Personel kami siap mendukung sepenuhnya bila ada penerbangan modifikasi cuaca, terutama untuk mencegah hujan deras di area yang berpotensi bencana,” tambah Didiet.
Dukungan Penuh Demi Keselamatan dan Kelancaran
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang, AirNav Indonesia memastikan semua personel dan fasilitasnya dalam kondisi siaga penuh.
Langkah antisipatif ini diharapkan dapat menjaga keselamatan, efisiensi, dan kelancaran seluruh penerbangan di langit Indonesia sepanjang periode Nataru 2025/2026.(*)
