Ragam

MARWAH INACA UNTUK MENGEMBAN MISI INDUSTRI

Infopenerbangan – Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan bahwa, sesuai dengan marwah INACA untuk mengemban misi industri, maka ia yang mendapat amanah untuk memimpin INACA sejak 31 Oktober 2019, terus berupaya untuk menyampaikan aspirasi anggotanya guna meningkatkan bisnis dan industri penerbangan.

“Secara prinsip INACA itu harus mampu memberikan benefit kepada anggotanya dan INACA harus menyampaikan aspirasi anggotanya kepada para pemangku kebijakan. Mengacu pada kedua prinsip tersebut, kalau di penerbangan, aspirasi dari anggota itu pasti ratusan jumlahnya. Jadi saya mulai dari yang menjadi common interest, yang paling general yang menjadi kepentingan dari pelaku industri.” tutur Denon di kantornya, Kamis (16/1/2020).

Dari isu yang common tersebut, menurut Denon salah satunya adalah masalah tarif.

“Tarif ini merefleksikan profitabilitas dari perusahaan masing-masing. Dari sisi tarif, kebijakan atau aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah diharapkan tetap bisa menjaga sustainabilitas bisnis para anggota INACA,” jelasnya.

Ketika ditanya soal apa yang menjadi fokus kerjanya, ia menyampaikan lebih menfokuskan diri bagaimana caranya membantu para operator supaya dari sisi biaya bisa ditekan. Misalnya komponen biaya dari avtur yang paling banyak, kemudian bisnis proses, lalu birokrasi yang saat ini sedang dibahas programnya oleh pemerintah yaitu omnibus law (konsep produk hukum yang merangkum semua hukum untuk satu isu tertentu. Ketika omnibus law berlaku, semua hukum lain yang mengatur isu yang sama secara otomatis gugur.red)

“Kemarin program saya ke Pak Menko Ekonomi, karena permasalahan komponen biaya bagi industi penerbangan ini bukan masalah yang “satu dua minggu selesai”. Penurunan cost ini banyak pihaknya, dan banyak stakeholdernya,”  

Ia melanjutkan, sebelum bisa mengomentari suatu isu, harus punya pemahaman yang mendasar tentang isu tersebut.

“Itulah kenapa saya menemui Menko Ekonomi yang membantu Pak Jokowi supaya ekonomi itu berjalan. Saya datang ke beliau dalam kapasitas sebagai Ketua Umum INACA, menyampaikan isu yang harus saya benahi supaya industri penerbangan bisa secara optimal mendukung kegiatan ekonomi di Indonesia,” tegasnya.

Dari beberapa hal yang disampaikan tersebut, yang langsung berkaitan menurutnya adalah harga avtur, sedang yang lain adalah bisnis proses yang seringkali mengalami dispute dalam pengambilan keputusan terkait bea cukai.

Berita terkait: SIMPLIFIKASI BISNIS PROSES IMPOR SPAREPART PESAWAT

Apakah bisnis penerbangan masih cukup menjanjikan? Jawabannya ada di link ini : PROYEK-JUPITER – TOL UDARA NASIONAL

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close